PERGURUAN TINGGI  MEMEGANG PERANAN PENTING DALAM MENGEMBANGKNA MAHASISWA SEBAGAI ASET NAMGSA. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN STIKOM BALI DIARAHKAN PADA EMPAT ASPEK PENGEMBANGAN SEBAGAI BERIKUT : 

  1. PENCAPAIAN MAHASISWA YANG MEMILIKI SIKAP ILMIAH DAN BUDAYA KEBANGSAAN DIMANA UNTUK MEMEMNUHI ASPEK INI DILAKUKAN KEGIATAN-KEGIATAN ILMIAH SEPERTI SEMINAR, PENELITIAN DAN PENULISAN ILMIAH
  2. PENCAPAIAN MAHASISWA YANG MEMILIKI SIKAP KEAHLIAN/PROFESIONAL, DIMANA UNTUK MENCAPAI ASPEK INI PERLU MENGADAKAN KEGIATAN-KEGIATAN SEPERTI PELATIHAN, WORKSHOP DAN KEGIATAN KEWIRAUSHAAN
  3. PENCAPAIAN MAHASISWA YANG MEMILIKI KEUNGGULAN DALAM BIDANG KEILMUANNYA DIMANA UNTUK MEMEMNUHI HAL INI MAHASISWA PERLU MENG8IKUTI LOMBA-LOMBA ICT DIDALAM MAUPUN LUAR KAMPUS
  4. PENCAPAIAN MAHASISWA YANG MEMILIKI JIWA PANCASILA, KEPEMIPINAN, DEDIKASI DAN KEPELOPORAN DALAM PEMBANGUNAN, DIAMAN UNTUK MENCAPAI ASPEK INI MAHASISWA PERLU MENGIKUTI ATAU MENGADAKAN KEGIATAN-KEGIATAN SOSIAL, PENGEMBANGAN ORMAWA, KEGIATAN OLAHRAGA, SENI DAN PENCINTA ALAM 

UNTUK MENCAPAI PENGEMBANGAN MAHASISWA SEPERTI YANG DIMAKSUD DIATAS, DIBUTUHKAN DUKUNGAN PEMERINTAH, PERGURUAN TINGGI DAN MASYARAKAT DALAM BENTUK PERATURAN, KETERLIBATAN STAF PENGAJAR, FASILITAS PENDUKUNG KEGIATAN DAN PENDANAAN. KETERLIBATAN PENGAJAR PERLU MENDAPAT PERHATIAN KHUSUS, SEBAGAI PEMBERDAYA, FASILITATOR DAN MOTIVATOR.