Pendaftaran Online

Call For Pappers

Denpasar-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Tradisional “Pragina” dan UKM Tabuh “Bramara Gita” STMIK STIKOM Bali mempersebahkan sebuah pagelaran seni yang memukau puluhan penonton  di Lapangan Puputan Badung I Gusti Made Agung, di jantung kota Denpasar pada 24 Desember 2017

 

 

Acara pagelaran seni akhir tahun ini dihadiri pejabat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar mewakili Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra, Pembina Yayasan Widya Sharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, MA, Pembantu Ketua III STMIK STIKOM Bali Ida Bagus Suradharma, Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Tari STIKI INDONESIA, Ketua Unit Kegiatan Masiswa Tari UNHI, Ketua Senat Mahasiswa, Ketua Badan Legislatif Mahasiswa dan perwakilan seluruh Ormawa  STMIK STIKOM Bali.

 

Ketua Panitia Pagelaran Akhir Tahun 2017, I Nyoman Sugiantara mengatakan, adapun tema yang diusung pada tahun ini yaitu “Santhi” yang berati kedamaian yang sempurna. Tema  "Shanti" tersebut bertujuan untuk menutup sebuah akhir tahun 2017 dengan kedamaian.

"Dengan mengambil konsep kontemporer,  kami ingin menampilkan suatu pementasan budaya Bali yang berkolaborasi dengan gaya modern. Dengan itu, maka kami mengajak kampus-kampus lain yang memiliki komunitas seni untuk dapat berpartisipasi dalam acara ini, yang bertujuan untuk meningkatkan serta melestarikan seni dan budaya bali," terang I Nyoman Sugiantara, selaku Ketua Panitia Pagelaran Akhir Tahun 2017.

Pagelaran yang berlangsung selama 2 jam ini menampilkan suatu pementasan kolaborasi seni dan kreasi dari beberapa kampus yang turut berpartisipasi dalam acara ini. Sempat terjadi beberapa kendala seperti cuaca yang pada saat itu memang tidak mendukung karena curah hujan yang lumayan deras. Panitia terpaksa menghentikan acara sejenak karena acara ini dilaksanakan di panggung terbuka. Setelah hujan reda barulah acra ini dilanjutkan. 

Tari kreasi yang ditampilkan berjudul “Ajeg Dharma. Tarian ini menceritakan bagaimana menusia menjaga kedamaian yang ada di dalam negara ini. Ketika manusia melakukan perilaku  Adharma, kedamaian tersebut bisa saja runtuh, namun ketika manuisa berbuat perilaku Dharma maka kedamaian tersebut pasti akan terjaga dengan baik.

Kedua sifat ini saling bertentangan, namun jika Dharma menang melawan Adharma, kedamaian yang sesungguhnya bisa terwujud. Sebagai manusia, hendaknya kita selalu berprilaku Dharma dalam hal apapun, maka negara yang kita cintai ini tetap bersatu dibawah sayap Burung Garuda yang ditungkan dalam bentuk garapan Tari yang berjudul Ajeg Dharma.

Acara yang dituggu-tunggu adalah penampilan UKM Tabuh “Bramara Gita” STMIK STIKOM Bali yang menyuguhkan  suatu pementasan Tabuh Kreasi yang berjudul "Tabuh Pada Lima". Berangkat dari pemahaman patet dalam konteks gamelan tujuh nada, lima yang merupakan nada pokok dari setiap patet. Pada Lima mencoba untuk mensinkronisasikan patet-patet yang berbeda-beda ke dalam satuan melodi yang indah, unik serta menarik agar tercipta nuansa yang khas, tanpa meninggalkan unsur-unsur musik seperti tempo, dinamika, ritme dan warna suara menjadi satu kesatuan bunyi. Acara ini diekmas oleh Komposer  Pande Gede Eka Mardiana S,Sn., M,Sn

Selanjutnya, UKM Tari Tradisional “Pragina” STMIK STIKOM Bali yang menampilkan suatu pementasan Tari Kontemporer Legong dengan judul “Tari Shanti” sesuai dengan tema yang kami angkat di acara Pagelaran Akhir Tahun 2017 ini.

 

Pagelaran akhir tahun ini mendapat sambutan sangat postif oleh warga dan masyarakat kota Denpasar. “Kami selaku panitia sangat mengapresiasi antusias warga dan masyarakat kota Denpasar yang menyaksikan acara ini, walaupun sempat diguyur hujan yang cukup deras,  namun tidak mengurungkan niat masyarakat untuk menyaksikan acara yang telah kami siapkan dengan cukup matang ini,” kata Nyoman Sugiantara.

 

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh  panitia, pengisi acara dan seluruh anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Tari Tradisional dan Unit Kegiatan Mahasiswa Tabuh bersama Ketua Senat Mahasiswa, Balma,  Pembantu  Ketua III STIKOM Bali, Pembina Yayasan Widya Sharma Shanti dan pejabat  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar yang mewakili Walikota. (*)